Bantul, 13 September 2014, Kajian PAPM yang
diselenggarakan di pesantren Stikes Surya Global Amanah Yogyakarta terasa amat
berbeda, hal ini tampak dari jumlah peserta yang membludak dari biasanya,
pemateri yang hadir pada seasen ke-2 memang agak berbeda dengan biasanya,
beliau merupakan mualaf yang berasal dari agama nasrani yang mendapatkan
hidayah dan mengabdikan diri untuk berdakwah di jalan islam, berikut beritanya.
Nazarean vs Kristen
Dalam
islam, kata nashara bermakna : Penolong
Nazarean adalah pengikut Nabi Isa (Yesus) yang selalu
menegakkan ajaran taurat – injil dan tidak mempertuhankan Yesus.
Kristen adalah pengikut paulus dan mempertuhankan Isa
(Yesus), serta menolak hukum taurat.
-
Bergaul dengan orang nasrani namun sebelumnya harus
mempunyai dasar agama islam yang kuat.
- Timbulkan pertanyaan “Bolehkah
saya pinjam kitab Injil anda?”
-
Kitab Korintus pasal 1 ayat 6 “seorang perempuan yang
beribadah kepada tuhannya maka harus menudungkan kepalanya, kalau tidak maka
harus mencukur rambutnya.” Dalam artian seorang kristen diwajibkan
berkerudung, dan jika tidak, secara otomatis telah melanggar aturan dari
kitabnya sendiri
-
Mencobalah melontarkan pertanyaan yang melemahkan
argumen, serta bersifat rasional “Jika tuhan mati itu yang nyabut nyawanya
adalah malaikat siapa ?, terus jika yesus yang mencabut nyawanya adalah
malaikat izroil maka yang mencabut nyawa izroil siapa ?.”
-
“Tuhan dengan manusia duluan siapa?”,
sebelum ada manusia sudah ada tuhan à pernyataan ini betul
“Terus apa masalahnya ?”
“Pernyataan 1 & 2 memang betul, namun kedua
pernyataan ini merupakan suatu pertentangan, maka saya tinggalkan aturan ini
dan masuklah ssaya ke agama Islam.”
a.
Mbk Anti (Gorontalo) : “kristenisasi juga dijalankan
dengan metode pengobatan ; medis, dan religius (ritual), bagaimana menurut
pandangan anda.?”
b.
Setelah mengobati dan pasien sembuh secara medis, maka
dilakukanlah misi kristenisasi dengan membagi sembako kepada para pasien yeng
telah sembuh untuk kemudian dibujuk masuk ke agama kristen
Secara ritual dengan menggunakan ayat – ayat dari Injil markus
yang menggunakan bahasa ruh (bahasa bangsa jin : Red.) dan pasien sembuh
karena bantuan setan kemudian pasien dibaptis dengan tawaran – tawaran
tertentu. (bisa berbahasa ketika berada di daerah tertentu, akan tahan dengan
racun apapun : Red.) dan anggapan bahwa orang yang telah dibaptis maka
akan selamat di akhirat.
Maka
untuk membuktikan kebenaran dapat pula dilakukan dengan mengkonsumsi racun,
apabila benar masih hidup sehat maka itu masih kemungkinan kecil, namun jika
Tidak dan akhirnya meninggal maka jangan salahkan Tim Redaksi
(-) :“Al-Qur’an
dikumpulkan dan dijilid oleh campur tangan manusia, kemudian injil juga
dikumpulkan dan dijilid oleh manusia, terus apa perbedaannya?”
(+) :”Saya
sempat kecewa ketika mengetahui bahwa nabi saya (Muhammad : red.) adalah
seorang yang Umm” (Buta baca dan Tulis : Red.)
“Pengumpulan Al-Qur’an dilakukan pada zaman Setelah
Rasululloh wafat, Namun hal itu di lakukan oleh para shahabat yang telah
dijamin masuk surga dengan hafalan yang sangat kuat”.
“Sedangkan Injil menurut Para petinggi Kristen (Pendeta :
Red.) 82 % isinya telah diubah keasliannya, yang brarti kebnarannya hanya
tinggal 18 %, nah para petinggi orang kristen saja meragukan kebenaran keaslian
injil apakah kita juga akan mengimani kebenaran injil ?”.
(+) :
“Pada zaman dalulu ada beberapa ornag dari bangsa Yahudi dan Nashoro
(Nasrani : Red.) ada berapa orang yang mepelajari injil yang bernama Markus,
Matius, Yohanes menulis injil sesuai dengan ingatannya masing masing, dan hasil
buku yang ditulis dipelajari oleh kaum Yahudi dan Nashoro. Yang pasti hasil
penulisan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Sehingga bangsa itu terkenal
dengan Kafir ahluk kitab” (sangsan3/medistri/red.)

0 komentar:
Posting Komentar